Missionaris
Suatu pagi, saat kami berkumpul dengan keluarga tiba-tiba terdengar suara bel. Anakku dengan sigap menekan tombol monitor. Dia memang paling senang kalau ada tamu yang datang. Di depan pintu tampak berdiri seorang lelaki paroh baya dengan jubah hitam dan sebuah al-kitab di tangannya. Mungkin dia pastor.
Kami bergegas ke pintu, sekedar ingin tahu, mau apa pastor tersebut. Ternyata dia hanya ingin menyapa dan mendoakan kesejahteraan untuk keluarga kami.
Saya tersenyum dengan kejadian itu. beberapa waktu lalu saya terbaca sebuah berita tentang aktifitas misionaris korea selatan. Begini bunyinya:
Misionaris Kristen di Korea Selatan tumbuh dengan cepat dan menjadi negara kedua terbesar di dunia yang paling banyak sumber daya manusianya untuk kegiatan pemurtadan, setelah AS dan Inggris. Dalam kurun waktu dua dekade ini, sekitar 12.000 orang misionaris kini bertugas di luar negeri,� tulis New York Times.
Dalam melaksanakan misinya, para misionaris asal Korea Selatan ini menggunakan bahasa Inggris atau bahasa negara tempat mereka beroperasi. Begitu agresifnya kegiatan pemurtadan yang mereka lakukan, sampai seorang misionaris mengungkapkan pepatah yang dikutip New York Times. Bunyinya,�Kalau ada orang Korea datang ke suatu tempat maka ia akan mendirikan gereja, orang China akan membuka restoran dan orang Jepang akan membangun pabrik.�
Lalu saya memandang anak-anak saya dan berdoa dalam hati: Semoga mereka menjadi hamba Allah yang benar…….
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Mei 2009 (1)
- Februari 2009 (2)
- Januari 2009 (2)
- Desember 2008 (6)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS